×
DIRJEN GTK DORONG GURU TK LEBIH KREATIF DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA)

DIRJEN GTK DORONG GURU TK LEBIH KREATIF DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL (KKA)

 

Karanganyar – Hari ini kita hidup di dunia yang penuh dengan teknologi. Dua hal yang banyak dibicarakan adalah Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Mungkin terdengar rumit, tetapi bagi anak-anak TK, kita tidak sedang mengajarkan mereka menjadi programmer atau ilmuwan komputer. Kita sedang menanamkan benih rasa ingin tahu, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba hal baru.

 

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen kepada guru-guru TK yang tergabung dalam IGTKI-PGRI Kabupaten Demak pada kegiatan Serabi Solo pada Jum’at (17/04) di kantor BBGTK Jateng Karanganyar. Para guru yang berjumlah 50 (lima puluh) orang tersebut berkunjung ke kantor BBGTK untuk menimba ilmu tentang kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembelajaran mendalam bersama narasumber Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Wuntat Widiyono. Dirjen GTK yang sedang berkunjung ke kantor BBGTK Jateng untuk pengambilan rekaman podcast, berkesempatan meninjau kegiatan Serabi Solo yang sedang berlangsung.

 

“Koding bisa dimulai dari hal sederhana: mengajak anak menyusun langkah-langkah permainan, membuat pola, atau menceritakan urutan kegiatan. Itu semua adalah dasar dari cara berpikir logis. Sedangkan AI bisa dikenalkan lewat cerita atau permainan yang menunjukkan bagaimana teknologi bisa membantu manusia, bukan menggantikannya,” lanjut pesan Dirjen GTK kepada para peserta kegiatan Serabi Solo.

 

Wuntat Widiyono selaku narasumber lanjut memberikan penjelasan tentang manfaat Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi para guru adalah mendukung proses pembelajaran. Dengan koding, guru dapat mengajarkan logika, pemecahan masalah, dan kreativitas kepada siswa melalui proyek sederhana seperti membuat aplikasi atau permainan edukatif. Sementara itu, kecerdasan artifisial membantu guru dalam menganalisis kebutuhan belajar siswa, memberikan rekomendasi materi yang sesuai, serta menghemat waktu melalui otomatisasi tugas administratif seperti penilaian atau penyusunan soal. Kombinasi keduanya memungkinkan guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, personal, dan efektif.

 

Kegiatan Serabi Solo adalah salah bentuk layanan peningkatan kompetensi untuk guru dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan melalui pembelajaran sehari di kantor BBGTK Jateng dan diampu oleh JFT baik widyaiswara atau pengembang teknologi pembelajaran.

 

Penulis: Aulia Nurul Hudha


Survey Kepuasan