Sinergi K3S Gunungpati, Tanoto Foundation, Dinas Pendidikan Kota Semarang dan BBGTK Jateng dalam Gelaran Pelatihan Digital Numerasi Storytelling
bagi Guru SD di BBGTK Jateng
Semarang (01 Oktober 2026) — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Gunungpati Kota Semarang berkolaborasi dengan Tanoto Foundation menggelar Pelatihan Digital Numerasi Storytelling Tahap 2 bagi Guru Sekolah Dasar (SD). Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Numerasi dalam Pembelajaran" ini dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Kantor BBGTK Jateng, Pakintelan, Gunungpati, Kota Semarang. Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini, diikuti oleh total 80 peserta yang merupakan perwakilan guru kelas rendah dan kelas tinggi dari berbagai gugus di Kecamatan Gunungpati, meliputi Gugus Dewi Kunthi, Gugus Srikandi, Gugus Drupadi, dan Gugus Larasati. Dalam hal ini, Kegiatan ini merupakan tahap 2, dimana kegiatan serupa di tahap 1 telah dilaksanakan pada 14 Agustus 2026.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan literasi digital, numerasi, dan pendekatan bercerita (storytelling) sebagai strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan ini, para guru diharapkan mampu menghadirkan metode pengajaran numerasi yang lebih menyenangkan, kontekstual, dan mudah dipahami. Hal ini dimaksudkan untuk merangsang kemampuan berpikir kritis serta kreativitas siswa sekolah dasar. Dalam hal ini, pendekatan yang dilakukan dengan cara membekali guru dengan pengetahuan menyusun cerita berbasis numerasi, memanfaatkan berbagai platform digital, serta menghasilkan media pembelajaran yang inovatif sesuai karakteristik siswa SD,
Ketua K3S Kecamatan Gunungpati, Agung Ariyono menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada program kerja sama antara KKKS Gunungpati dan Tanoto Foundation tahun 2026. Langkah kolaboratif ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi inklusif yang adaptif terhadap beragam kebutuhan siswa melalui bantuan teknologi digital.
Rangkaian acara pelatihan diawali dengan pembukaan dan sambutan sekilas dari para pihak yaitu Korsatpen, Tim Tanoto, dan BBGTK Jateng. Memasuki sesi inti, para peserta menerima pemaparan materi dari narasumber BBGTK Jateng serta materi mendalam mengenai visualisasi pengajaran dari Tim Tanoto Vision, yang kemudian ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Tiga pendidik yang dipercaya menjadi fasilitator ini memandu jalannya workshop tersebut adalah Dian Marta Wijayanti dari SD Negeri Patemon 02, Slamet Hari Pambudi dari SD Negeri Pakintelan 02, dan Naralita Kusuma Noviyani dari SD Negeri Nongkosawit 01. Ketiganya bertugas mengawal materi seputar literasi digital berbasis metode bercerita (storytelling) guna meningkatkan kompetensi dan kreativitas mengajar para guru di era digital. Fasilitator ini juga akan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan bahan evaluasi kedinasan untuk pengembangan program literasi selanjutnya.
Melalui sinergi antara K3S, Tanoto Foundation, Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan BBGTK Jateng, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan komunitas guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi abad ke-21. Hasil akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran langsung di ruang-ruang kelas.
"Your network is your net worth."
-Porter Gale-