Siaran Pers Nomor : 003/SIPERS/BBGTKJT/I/2026
Sukoharjo (15/01/2026) – Acara Seminar Pendidikan yang dihelat oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Solo Raya dengan Keynote Speaker Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq berlangsung di Gedung Sasono Kabupaten Sukoharjo berlangsung dengan meriah. Pada kegiatan tersebut Wamendikdasmen menyampaikan apresiasi terhadap MKKS Solo Raya karena acara ini menjadi jembatan antara pihak regulator (dalam hal ini Kemendikdasmen) dengan Pihak eksekutor (Dinas Pendidikan, Guru dan Kepala Sekolah) untuk mencapat tujuan pendidikan nasional. Dengan elan dan suasana kolaboratif seperti ini maka tercapainya tujuan pendidikan menjadi sebuah keniscayaan.
Beliau menyampaikan bahwa tranformasi Pendidikan tidak boleh bersifat parsial tetapi harus bersifat holistik dengan lima pilar utama: beasiswa guru (S1/D4), peningkatan sarana prasarana, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru (termasuk AI & coding), penguatan literasi dan karakter, serta evaluasi akademik nasional (TKA), dengan tujuan mewujudkan SDM unggul, merata, dan berdaya saing melalui transformasi digital, pembelajaran mendalam (deep learning), dan tata kelola yang efisien.
Pada kesempatan ini, Wamendikdasmen menekankan tentang pentingnya kebijakan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dengan program kualifikasi S1/D4 bagi guru yang belum berkualifikasi S1. Pemerintah telah merencanakan untuk tahun 2026 akan memberikan beasiswa sebanyak 150 ribu guru se Indonesia. Selain hal tersebut literasi dasar dan digital menjadi poin yang harus ditingkatkan. Dengan literasi dasar yang baik maka diharapkan bisa meningkatkan kualitas pemahaman siswa, sedangkan literasi digital diharapkan akan membuat siswa mempunyai pondasi yang baik dalam pemanfaatan dan penggunaan digital dengan lebih bijaksana. Salah isu utama lain yang disinggung oleh wamendikdasmen kenyataan tentang rendahnya angka PISA, karena hal ini menunjukkan kualitas pembelajaran di kelas yang masih perlu ditingkatkan, beliau berharap agar guru didorong untuk mengubah cara pikir, cara melakukan pendekatan terhadap siswa dan cara mengajar agar siswa lebih termotivasi bahkan terisnpirasi oleh guru. Last but no least, murid yang sejahtera secara fisik dan mental akan menjadi pondasi yang kuat dalam pendekatan holistik ini, dalam hal ini peran guru BK (Bimbingan Konseling) menjadi sentral untuk memastikan siswa kita mendapatkan kondisi kesehatan mental yang paripurna.
Setelah menjadi keynote speaker pada acara seminar pendidikan, agenda Wamendikdasmen selanjutnya adalah mengunjungi SD Kristen Danukusuman. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan IFP (Interactive Flat Panel) dari pemerintah pusat, bisa digunakan oleh guru dengan baik dan memberi manfaat yang lebih bagi proses pembelajaran. Pembagian IFP di SD Kristen Danukusuman ini juga menunjukkan political will dari Pemerintah yang tidak membedakan sekolah negeri dengan swasta. Acara diakhiri dengan kunjungan di SMAN 1 Kartasura, dengan melakukan peninjauan dengan tim terkait revitalisasi sekolah. Revitalisasi yang telah dilakukan berupa 2 ruang kelas baru, 4 renovasi dan 1 toilet. Dengan adanya revitalisasi ini diharapkan lingkungan kelas menjadi lebih baik dan nyaman bagi guru maupun murid sehingga pada akhirnya harapan meningkatnya kualitas pembelajaran menjadi sebuah keniscayaan.
