Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
Jakarta, 19 Agustus 2026 — Pemerintah membuka ruang yang lebih jelas bagi pengembangan karier guru melalui kesempatan bagi guru PPPK paruh waktu untuk mengikuti proses menjadi PPPK penuh waktu. Pada saat yang sama, guru yang telah berstatus PPPK penuh waktu diberikan kesempatan mengikuti seleksi CPNS.
Selengkapnya
Karanganyar (17 Agustus 2026) – BBGTK Jateng menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026. Upacara ini berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di lapangan upacara halaman Kantor BBGTK Jateng, Karanganyar. Acara ini selain diikuti pegawai internal BBGTK Jateng, juga diikuti perwakilan dari siswa siswi SMP Negeri 02 Gondangrejo, SD Negeri 01 jatikuwung, dan SMA Negeri 01 Gondangrejo.
Selengkapnya
BBGTK Jateng resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Diponegoro (Undip). Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 di Rektorat Undip Kampus Tembalang. Kolaborasi kedua institusi besar ini berkomitmen penuh dalam mendorong peningkatan mutu serta kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah Jawa Tengah.
Selengkapnya
BBGTK Jateng menyelenggarakan kegiatan Apel rutin secara luring pada Senin, 10 Agustus 2026. Berpusat di Aula Lantai 5 Gedung BBGTK Jateng, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi program, sekaligus melepas pegawai yang mendapatkan tugas mutasi.
Selengkapnya
Keterampilan Proses Sains memegang peranan krusial dalam era pendidikan modern karena berfungsi sebagai fondasi utama yang mengubah murid dari sekadar penerima informasi pasif menjadi pembelajar aktif yang mampu bernalar secara ilmiah. Tanpa KPS, penguasaan konsep sains hanya akan berhenti pada hafalan teori yang rentan dilupakan dan sulit diaktualisasikan dalam kehidupan nyata
Selengkapnya
Pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) saat ini telah berkembang menjadi paradigma utama dalam pendidikan modern untuk menyiapkan murid menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam praktiknya di sekolah, khususnya pada kegiatan kokurikuler, pembelajaran STEM sering kali difokuskan pada penggabungan antardisiplin ilmu untuk memecahkan masalah konseptual. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan STEM kerap kali hanya berhenti pada taraf pemahaman teori atau proyek kerajinan tangan (crafting) sederhana tanpa mengintegrasikan proses penalaran ilmiah dan perancangan rekayasa (engineering design process) secara mendalam. Akibatnya, pemahaman murid terhadap integrasi interdisipliner masih cenderung dangkal dan kurang melatih keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah kontekstual yang nyata.
Selengkapnya
Dalam praktik pendidikan abad ke-21, istilah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Engineering Design Process (EDP) semakin populer digunakan dalam ruang-ruang kelas. Namun, di balik antusiasme tersebut, terdapat kekeliruan mendasar yang kerap terjadi di kalangan pendidik: ketidakmampuan membedakan antara pendekatan multidisipliner dan interdisipliner. Banyak guru mengira bahwa ketika sebuah proyek melibatkan materi dari dua atau tiga mata pelajaran berbeda dalam satu tema besar, mereka telah berhasil menerapkan pembelajaran interdisipliner. Padahal, dalam banyak kasus, yang terjadi hanyalah penumpukan materi paralel (multidisciplinary parallel structure) tanpa adanya peleburan konsep (interdisciplinary integration).
Selengkapnya
Banyak dari kita melewati berbagai pengalaman hidup, baik berupa keberhasilan maupun kegagalan, namun sering kali berlalu begitu saja tanpa mengambil satu pelajaran pun dari peristiwa tersebut. Dalam dunia guruan, kondisi ini menjadi isu yang sangat krusial ketika proses belajar-mengajar berlangsung mekanis tanpa menyediakan jeda untuk berpikir mendalam. Di sinilah pentingnya reflective skill (keterampilan reflektif), yaitu kemampuan untuk mengevaluasi emosi, keputusan, dan tindakan masa lalu demi mendorong pertumbuhan profesional serta peningkatan mutu pembelajaran di masa depan.
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah