Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program STEM Nasional pada Kamis, 3 September 2026. Acara peluncuran monumental ini diselenggarakan di PAUD Kalirejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai bentuk komitmen nyata dalam menanamkan kecintaan sains dan teknologi sejak usia dini untuk mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Selengkapnya
BBGTK Jateng menggelar pertemuan koordinasi penting bersama Tanoto Foundation pada Rabu (2/9/2026). Bertempat di Ruang Rapat BBGTK Jateng, pertemuan ini berfokus pada penandatanganan berita acara serta pemantapan rencana program Join Monitoring untuk mendampingi sekolah model binaan.
Selengkapnya
BBGTK Jateng resmi menggelar kegiatan peningkatan kompetensi pegawai bertajuk "Koding dan Kecerdasan Artifisial Tahap 1". Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari, mulai dari Rabu hingga Kamis, 26–27 Agustus 2026, bertempat di Laboratorium Pendidikan BBGTK Jateng.
Selengkapnya
BBGTK Jateng menyelenggarakan program Pemanfaatan Laboratorium Pendidikan melalui layanan inovatif Smart Lab dan EduLab sepanjang tahun 2026. Program ini bertujuan strategis untuk meningkatkan kompetensi digital, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguasaan kecerdasan artifisial (AI) bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di wilayah Jawa Tengah.
Selengkapnya
Pernahkah Anda mendengar keluhan murid yang bertanya, "Untuk apa sih kita belajar rumus ini? Memangnya akan dipakai di dunia nyata?" Pertanyaan kritis ini menyoroti sebuah realitas utama di ruang kelas: murid sering kali mengalami kesulitan mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep abstrak yang bertebaran di buku teks sering kali hanya dipandang sebagai deretan hafalan tanpa makna. Ketika ilmu tidak terasa membumi, proses belajar seketika berubah menjadi rutinitas yang kering, membosankan, dan kehilangan ruhnya.
Selengkapnya
Implementasi kurikulum merdeka menuntut transformasi mendasar pada proses pembelajaran di kelas, salah satunya melalui pengimplementasian pada pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan pembelajaran mendalam mendorong murid untuk memahami konsep secara komprehensif, berpikir kritis, serta mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi dunia nyata.
Selengkapnya
Keterampilan Proses Sains memegang peranan krusial dalam era pendidikan modern karena berfungsi sebagai fondasi utama yang mengubah murid dari sekadar penerima informasi pasif menjadi pembelajar aktif yang mampu bernalar secara ilmiah. Tanpa KPS, penguasaan konsep sains hanya akan berhenti pada hafalan teori yang rentan dilupakan dan sulit diaktualisasikan dalam kehidupan nyata
Selengkapnya
Pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) saat ini telah berkembang menjadi paradigma utama dalam pendidikan modern untuk menyiapkan murid menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam praktiknya di sekolah, khususnya pada kegiatan kokurikuler, pembelajaran STEM sering kali difokuskan pada penggabungan antardisiplin ilmu untuk memecahkan masalah konseptual. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan STEM kerap kali hanya berhenti pada taraf pemahaman teori atau proyek kerajinan tangan (crafting) sederhana tanpa mengintegrasikan proses penalaran ilmiah dan perancangan rekayasa (engineering design process) secara mendalam. Akibatnya, pemahaman murid terhadap integrasi interdisipliner masih cenderung dangkal dan kurang melatih keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah kontekstual yang nyata.
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah