Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen kepada guru-guru TK yang tergabung dalam IGTKI-PGRI Kabupaten Demak pada kegiatan Serabi Solo pada Jum’at (17/04) di kantor BBGTK Jateng Karanganyar. Para guru yang berjumlah 50 (lima puluh) orang tersebut berkunjung ke kantor BBGTK untuk menimba ilmu tentang kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembelajaran mendalam bersama narasumber Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Wuntat Widiyono. Dirjen GTK yang sedang berkunjung ke kantor BBGTK Jateng untuk pengambilan rekaman podcast, berkesempatan meninjau kegiatan Serabi Solo yang sedang berlangsung.
Selengkapnya
Lomba Video Pendidikan BBGTK Jateng dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026
Selengkapnya
Kebijakan strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan merupakan kunci pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, pada Senin (13/4).
Selengkapnya
Indonesia secara aktif mengadopsi pembelajaran berpusat pada murid (Student Based Learning/SBL) dari Jepang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam prosesnya Indonesia memiliki salah satu inovasi terbaru yang mendukung pembelajaran berbasis murid yaitu "Taman Numerasi". Taman Numerasi digunakan sebagai area belajar menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif. Taman ini bertujuan untuk menghubungkan pembelajaran numerasi dengan kehidupan nyata, mendorong minat, meningkatkan keterampilan numerasi, serta pemikiran logis, kritis, dan kreatif. Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional, yang bertujuan memperkuat sumber daya manusia Indonesia di bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Pendidikan.
Selengkapnya
Pembelajaran STEM bukan sekadar tren atau inovasi sesaat, melainkan sebuah kebutuhan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan. Dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, STEM menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan bagi kehidupan siswa. Perubahan menuju pembelajaran STEM memang tidak selalu mudah. Namun, langkah kecil dapat dimulai dari hal sederhana: mengaitkan materi dengan masalah nyata, memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, dan mendorong mereka untuk mencoba serta menemukan solusi. Pada akhirnya, pembelajaran bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana siswa belajar dan berkembang. Sudah saatnya kita bergerak dari pembelajaran yang terpisah menuju pembelajaran yang terintegrasi.
Selengkapnya
Pergeseran paradigma pada pendidikan saat ini sangat mendasar. Hal ini terjadi akibat desakan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Model pembelajaran tradisional yang hanya membekali siswa untuk cerdas menjawab soal TKA maupun PISA dirasa tidak lagi cukup untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Di tengah arus informasi yang melimpah, tantangan utama bagi dunia pendidikan bukan lagi tentang seberapa banyak fakta yang bisa dihafal oleh siswa, melainkan seberapa mampu mereka menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah nyata yang kompleks secara kritis dan kreatif.
Selengkapnya
Pendidikan modern menghadapi proses anomali. Perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya, membuat akses informasi menjadi tanpa batas dan tanpa sekat, namun keterlibatan siswa di kelas menurun akibat stimulasi instan dunia digital. Model tradisional teacher-centered tak lagi memadai untuk membekali siswa dengan kemampuan bernalar kritis dan kolaborasi.
Selengkapnya
Guru, mari kita refleksikan kembali bagaimana mengimplementasikan model Discovery Learning di kelas. Mari kita renungkan aktivitas seperti apa, sehingga siswanya terlihat sangat sibuk? (Who & Where). Mereka merangkai alat, mencatat angka-angka ke dalam tabel, dan mengikuti instruksi guru dengan sangat patuh. Jika kita melihat pemandangan ini menggunakan kacamata Taksonomi Bloom, kita mungkin akan tersenyum puas dan berkata, "Hebat, mereka sedang melakukan aktivitas analisis! Ranah kognitif C4 sedang bekerja."
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah