Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah resmi memulai babak baru yang ditandai dengan pelantikan Dian Fajarwati sebagai Kepala BBGTK Jateng dan Rita Dewi Suspalupi sebagai Kepala Bagian Umum oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, didampingi Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq di Jakarta pada 14 Oktober 2026
Selengkapnya
BBGTK Jateng menyelenggarakan Pelatihan Layanan Publik Inklusif dan Penguatan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional. Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari ini dijadwalkan pada tanggal 19 hingga 20 Oktober 2026 di BBGTK Jateng di Jatikuwung, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Selengkapnya
Karanganyar (17 Oktober 2026) – Penyiapan kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan dan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan menjadi fokus Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Purworejo.
Selengkapnya
Penguatan kompetensi pengawas sekolah menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Pemahaman terhadap Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) menjadi bekal bagi pengawas untuk memberikan pendampingan yang lebih terarah sesuai kebutuhan guru dan kondisi sekolah binaan.
Selengkapnya
Pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada murid untuk bereksplorasi, mencoba, merancang, dan menghasilkan karya memerlukan pengelolaan sumber daya yang tepat. Dalam praktiknya, guru sering menghadapi kondisi ketika jumlah murid cukup banyak, sementara peralatan belajar yang tersedia terbatas. Situasi ini bukan semata-mata persoalan kekurangan fasilitas, melainkan juga persoalan desain pembelajaran
Selengkapnya
Dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar Fase A, guru kerap memberikan soal pengurangan prosedural seperti 7 - 5 = ... atau 8 - 3 = .... Murid diminta menghitung, menuliskan hasilnya, kemudian mencocokkan jawaban dengan hasil yang dianggap benar. Secara mendasar, latihan semacam ini memang memiliki peran penting untuk membangun fondasi keterampilan berhitung (fluency). Melalui repetisi yang terarah, murid belajar memahami mekanisme pengurangan, mengenali hubungan sederhananya antarkuantitas, serta mengasah ketepatan prosedural dalam perhitungan dasar.
Selengkapnya
Pendidikan STEM menekankan integrasi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika melalui pengalaman autentik yang mendorong murid untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi, menguji, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan (Honey et al., 2014; National Research Council, 2012).
Selengkapnya
Penguatan pendidikan Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) semakin memperoleh tempat penting dalam agenda transformasi pendidikan Indonesia. Arah tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk menyiapkan murid yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan nyata
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah