Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
Gamelab Indonesia dan BBGTK Jateng resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan komitmen kerja sama. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peluncuran Program TANDUR (Teknologi dan Digitalisasi untuk Guru) yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi digital guru serta tenaga kependidikan di wilayah Jawa Tengah.
Selengkapnya
Agenda utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pembayaran dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selengkapnya
Program diseminasi ini difokuskan pada penguatan kompetensi guru melalui materi "7 Jurus BK Hebat". Fokus utama pelaksanaan pada tahun 2026 menyasar para Guru BK, guru mata pelajaran yang ditugaskan sebagai Guru Wali, serta Guru Kelas (SD/SLB) di wilayah Jawa Tengah. Keunggulan program diseminasi tahun 2026 ini adalah sifatnya yang inklusif dan menyeluruh. Peserta pelatihan tidak hanya menyasar guru BK di jenjang SMP dan SMA/SMK saja, melainkan mencakup guru-guru dari berbagai satuan pendidikan berikut :
Selengkapnya
BBGTK Jateng menggelar kegiatan apel pagi secara luring pada hari Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan rutin ini dipusatkan di Aula Lantai 5 Gedung BBGTK Jateng mulai pukul 07.30 WIB. Pihak manajemen menekankan bahwa kehadiran seluruh pegawai dalam apel ini merupakan bukti nyata dari kepedulian terhadap kelancaran koordinasi serta komunikasi program kerja lembaga.
Selengkapnya
Tantangan terbesar saat ini bagi guru muncul dari kondisi internal dan eksternal.adalah belum terbiasanya guru dalam melakukan identifikasi dan penentuan materi esensial. Dari sisi internal guru belum terbiasa melakukan identifikasi dan penentuan materi esensial. Untuk menentukan apa yang "penting" dan apa yang "bisa dipangkas" membutuhkan pemahaman mendalam tentang struktur kurikulum secara helikopter (menyeluruh). Banyak guru masih terjebak pada buku teks konvensional yang menyajikan seluruh materi secara linier dan padat.
Selengkapnya
Prasyarat Mutlak Bagi Guru adalah Penguasaan Pembelajaran Berbasis Inquiry Sebelum kita menuntut murid untuk memiliki keterampilan riset yang tajam dan kemampuan melakukan rekayasa yang solutif, terdapat satu jembatan yang harus diseberangi terlebih dahulu guru Guru harus sudah sepenuhnya menguasai pendekatan pembelajaran berbasis inquiry. Pada hakikatnya, STEM merupakan pengembangan lebih lanjut dari pembelajaran berbasis inquiry. Keduanya bernafas pada ritme yang sama: mengeksplorasi masalah, mengajukan pertanyaan kritis, menganalisis data, dan menarik kesimpulan berbasis bukti (evidence-based).
Selengkapnya
Karakteristik pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) membawa tantangan tersendiri dalam situasi ini. Sebagai pendekatan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, STEM pada hakikatnya tidak bisa diajarkan melalui hafalan terpisah, melainkan harus berbasis pada pemecahan masalah nyata. Tanpa strategi pemilihan materi yang ketat, siswa akan terbebani oleh target konten dari masing-masing bidang.
Selengkapnya
Pernahkah Anda bertanya-tanya, “Mengapa dulu rasanya begitu mudah bagi kita untuk membuat sesuatu, sementara sekarang kita lebih sering merasa buntu dan kehilangan daya cipta?”
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah