Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
BBGTK Jateng resmi menggelar pelatihan peningkatan kompetensi mitra daerah pada Senin, 14 September 2026, yang dihadiri langsung oleh Kepala BBGTK Jateng Bapak Darmadi dan Kabag Tata Usaha Ibu Dian Fajarwati. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 BBGTK Jateng ini menjadi momentum penting bagi pencanangan gerakan Kamis GESIT serta penandatanganan komitmen bersama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)
Selengkapnya
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Tengah (BBGTK Jateng) bersama Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKPKBM) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) dan Tutor Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan dibuka di Gedung Arjuna BBGTK Jateng pada pukul 14.00 WIB.
Selengkapnya
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kompetensi pegawai melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemanfaatan Laboratorium Pendidikan untuk Peningkatan Kompetensi Pegawai BBGTK Jateng yang dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan BBGTK Jateng, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar.
Selengkapnya
Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Kartini Dabin IV Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui pengajuan kegiatan peningkatan kompetensi guru.
Selengkapnya
Tantangan terbesar saat ini bagi guru muncul dari kondisi internal dan eksternal.adalah belum terbiasanya guru dalam melakukan identifikasi dan penentuan materi esensial. Dari sisi internal guru belum terbiasa melakukan identifikasi dan penentuan materi esensial. Untuk menentukan apa yang "penting" dan apa yang "bisa dipangkas" membutuhkan pemahaman mendalam tentang struktur kurikulum secara helikopter (menyeluruh). Banyak guru masih terjebak pada buku teks konvensional yang menyajikan seluruh materi secara linier dan padat.
Selengkapnya
Prasyarat Mutlak Bagi Guru adalah Penguasaan Pembelajaran Berbasis Inquiry Sebelum kita menuntut murid untuk memiliki keterampilan riset yang tajam dan kemampuan melakukan rekayasa yang solutif, terdapat satu jembatan yang harus diseberangi terlebih dahulu guru Guru harus sudah sepenuhnya menguasai pendekatan pembelajaran berbasis inquiry. Pada hakikatnya, STEM merupakan pengembangan lebih lanjut dari pembelajaran berbasis inquiry. Keduanya bernafas pada ritme yang sama: mengeksplorasi masalah, mengajukan pertanyaan kritis, menganalisis data, dan menarik kesimpulan berbasis bukti (evidence-based).
Selengkapnya
Karakteristik pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) membawa tantangan tersendiri dalam situasi ini. Sebagai pendekatan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, STEM pada hakikatnya tidak bisa diajarkan melalui hafalan terpisah, melainkan harus berbasis pada pemecahan masalah nyata. Tanpa strategi pemilihan materi yang ketat, siswa akan terbebani oleh target konten dari masing-masing bidang.
Selengkapnya
Pernahkah Anda bertanya-tanya, “Mengapa dulu rasanya begitu mudah bagi kita untuk membuat sesuatu, sementara sekarang kita lebih sering merasa buntu dan kehilangan daya cipta?”
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah