ARSITEKTUR PEMBELAJARAN STEM
Melalui STEM, posisi peserta didik bergeser menjadi aktor utama dalam pemecahan masalah (problem solver). Mereka didorong untuk melakukan observasi, merancang skema solusi, hingga mengeksekusi ide melalui pembuatan produk atau eksperimen yang terukur. Dengan cara ini, ruang kelas berubah menjadi laboratorium kehidupan di mana teori diuji secara praktis, menjadikan proses belajar terasa lebih hidup, relevan, dan memiliki dampak langsung.
Memahami Paradigma Pembelajaran STEM
Pernahkah Sobat Guru merasa bersemangat untuk mencoba STEM di kelas, lalu langsung sibuk mencari ide proyek di Pinterest atau menyusun daftar alat dan bahan yang rumit? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak guru yang terjebak pada "bungkus" luar STEM, seperti robotik, maket, atau eksperimen canggih. Tanpa disadari, sering kali pembelajaran dilakukan tanpa menengok fondasi paling utamanya, yaitu paradigma.
Pembelajaran STEM Dari Kacamata Inquiry
Pergeseran paradigma pada pendidikan saat ini sangat mendasar. Hal ini terjadi akibat desakan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Model pembelajaran tradisional yang hanya membekali siswa untuk cerdas menjawab soal TKA maupun PISA dirasa tidak lagi cukup untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Di tengah arus informasi yang melimpah, tantangan utama bagi dunia pendidikan bukan lagi tentang seberapa banyak fakta yang bisa dihafal oleh siswa, melainkan seberapa mampu mereka menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah nyata yang kompleks secara kritis dan kreatif.
Kunjungan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai sebuah ikhtiar peningkatan pemahaman pendekatan STEM dalam aspek teori dan praktik
Kunjungan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai sebuah ikhtiar peningkatan pemahaman pendekatan STEM dalam aspek teori dan praktik
Sosialisasi Sistem Formasi JF GTK dan Verval Dokumen Perbaikan Peserta UKKJ Guru Periode 2 di Provinsi Jawa Tengah
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menjawab tuntutan masyarakat serta kemajuan zaman, Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan