Pembelajaran STEM 5M Berbasis Model 5E
Penguatan pendidikan Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) semakin memperoleh tempat penting dalam agenda transformasi pendidikan Indonesia. Arah tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk menyiapkan murid yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan nyata
Mengasah Keterampilan Reflektif Guru dan Murid
Dalam pendekatan deep learning, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak materi yang dikuasai murid. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan memahami proses belajarnya sendiri. Kemampuan ini dikenal sebagai metakognisi, yaitu kesadaran seseorang tentang cara berpikir, belajar, dan memecahkan masalah. Salah satu sarana utama untuk mengembangkan metakognisi adalah refleksi. Namun, praktik refleksi di kelas sering kali masih sebatas formalitas.
Rancangan Pembelajaran Smart Kunci Sukses STEM
Salah satu alasan mengapa guru tertari menerapkan STEM karena ”si dia” dipandang sebagai pendekatan pembelajaran yang dapat memantik murid untuk berpikir, mengeksplorasi, mencoba, dan berusaha menemukan solusi terhadap berbagai persoalan secara holistik dan berkaitan dengan materi tersaji
Peran STEM Pada Pembelajaran Intrakurikuler
Pernahkah Anda mendengar keluhan murid yang bertanya, "Untuk apa sih kita belajar rumus ini? Memangnya akan dipakai di dunia nyata?" Pertanyaan kritis ini menyoroti sebuah realitas utama di ruang kelas: murid sering kali mengalami kesulitan mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep abstrak yang bertebaran di buku teks sering kali hanya dipandang sebagai deretan hafalan tanpa makna. Ketika ilmu tidak terasa membumi, proses belajar seketika berubah menjadi rutinitas yang kering, membosankan, dan kehilangan ruhnya.
Kemendikdasmen Resmi Meluncurkan Program STEM Nasional dengan tema “Berani Mencoba, Kreatif Mencipta” di Kabupaten Kudus
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Program STEM Nasional pada Kamis, 3 September 2026. Acara peluncuran monumental ini diselenggarakan di PAUD Kalirejo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai bentuk komitmen nyata dalam menanamkan kecintaan sains dan teknologi sejak usia dini untuk mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Peran Pendekatan Inkuiri dalam Mengembangkan Keterampilan Proses Sains Murid
Keterampilan Proses Sains memegang peranan krusial dalam era pendidikan modern karena berfungsi sebagai fondasi utama yang mengubah murid dari sekadar penerima informasi pasif menjadi pembelajar aktif yang mampu bernalar secara ilmiah. Tanpa KPS, penguasaan konsep sains hanya akan berhenti pada hafalan teori yang rentan dilupakan dan sulit diaktualisasikan dalam kehidupan nyata