Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mempunyai tugas melaksanakan Pengembangan dan Pemberdayaan Guru, Pendidik lainnya, Tenaga Kependidikan, Calon Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Calon Pengawas Sekolah, dan Pengawas Sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

Komik ini hadir untuk memberikan pemahaman dan informasi terkait berbagai pertanyaan yang sering diajukan oleh SahabatEdu kepada BBGTK Provinsi Jawa Tengah.
BBGTK Jateng menggelar pertemuan koordinasi penting bersama Tanoto Foundation pada Rabu (2/9/2026). Bertempat di Ruang Rapat BBGTK Jateng, pertemuan ini berfokus pada penandatanganan berita acara serta pemantapan rencana program Join Monitoring untuk mendampingi sekolah model binaan.
Selengkapnya
BBGTK Jateng resmi menggelar kegiatan peningkatan kompetensi pegawai bertajuk "Koding dan Kecerdasan Artifisial Tahap 1". Pelatihan intensif ini berlangsung selama dua hari, mulai dari Rabu hingga Kamis, 26–27 Agustus 2026, bertempat di Laboratorium Pendidikan BBGTK Jateng.
Selengkapnya
BBGTK Jateng menyelenggarakan program Pemanfaatan Laboratorium Pendidikan melalui layanan inovatif Smart Lab dan EduLab sepanjang tahun 2026. Program ini bertujuan strategis untuk meningkatkan kompetensi digital, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguasaan kecerdasan artifisial (AI) bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di wilayah Jawa Tengah.
Selengkapnya
Dandiyu Seno, seorang guru dari SD Negeri Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, sukses mengukir prestasi gemilang dengan terpilih sebagai salah satu dari tiga peserta terbaik dalam ajang penulisan praktik baik pendidikan. Penghargaan ini diraih berkat artikelnya yang mengangkat inovasi pembelajaran berbasis lingkungan bertajuk "Pena Berseri" dan gerakan "Gelis".
Selengkapnya
Pernahkah Sobat Guru merasa bersemangat untuk mencoba STEM di kelas, lalu langsung sibuk mencari ide proyek di Pinterest atau menyusun daftar alat dan bahan yang rumit? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak guru yang terjebak pada "bungkus" luar STEM, seperti robotik, maket, atau eksperimen canggih. Tanpa disadari, sering kali pembelajaran dilakukan tanpa menengok fondasi paling utamanya, yaitu paradigma.
Selengkapnya
Pembelajaran STEM bukan sekadar tren atau inovasi sesaat, melainkan sebuah kebutuhan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan. Dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, STEM menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan bagi kehidupan siswa. Perubahan menuju pembelajaran STEM memang tidak selalu mudah. Namun, langkah kecil dapat dimulai dari hal sederhana: mengaitkan materi dengan masalah nyata, memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, dan mendorong mereka untuk mencoba serta menemukan solusi. Pada akhirnya, pembelajaran bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana siswa belajar dan berkembang. Sudah saatnya kita bergerak dari pembelajaran yang terpisah menuju pembelajaran yang terintegrasi.
Selengkapnya
Pergeseran paradigma pada pendidikan saat ini sangat mendasar. Hal ini terjadi akibat desakan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Model pembelajaran tradisional yang hanya membekali siswa untuk cerdas menjawab soal TKA maupun PISA dirasa tidak lagi cukup untuk membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Di tengah arus informasi yang melimpah, tantangan utama bagi dunia pendidikan bukan lagi tentang seberapa banyak fakta yang bisa dihafal oleh siswa, melainkan seberapa mampu mereka menyaring, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah nyata yang kompleks secara kritis dan kreatif.
Selengkapnya
Pendidikan modern menghadapi proses anomali. Perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya, membuat akses informasi menjadi tanpa batas dan tanpa sekat, namun keterlibatan siswa di kelas menurun akibat stimulasi instan dunia digital. Model tradisional teacher-centered tak lagi memadai untuk membekali siswa dengan kemampuan bernalar kritis dan kolaborasi.
Selengkapnya
Kumpulan naskah simposium BBGTK Provinsi Jawa Tengah