SISTEM PAWARTA DIPA: PELATIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM DAN PEMANFAATAN PAPAN INTERAKTIF DIGITAL (PID) DI JAWA TENGAH TELAH BERDAMPAK
Evaluasi pelatihan tidak cukup berhenti pada kepuasan peserta atau peningkatan nilai dari tes awal ke tes akhir. Ada tahapan setelah selesai pelatihan perlu sebuah data untuk mengambil keputusan untuk melanjutkan, memperbaiki, atau memperluas program memerlukan informasi mengenai perubahan kompetensi, penerapan hasil pelatihan dalam praktik, serta indikasi dampaknya terhadap siswa dan organisasi
MEMBANGUN PENGALAMAN BELAJAR MURID
Pendekatan Pembelajaran mendalam menuntut murid tidak hanya sekadar menguasai konsep secara teoritis, melainkan mampu mencapai proses belajar mendalam (deep learning) yang memampukan mereka berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan memecahkan masalah nyata. Salah satu pendekatan yang dinilai sangat efektif untuk mewujudkan pembelajaran mendalam ini adalah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Melalui STEM, murid diajak untuk mengaitkan berbagai disiplin ilmu guna memahami situasi riil di lingkungan mereka secara lebih komprehensif.
Sekilas tentang Pendekatan Pembelajaran Inkuiri
Untuk dapat menerapkan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) secara efektif, guru dituntut memiliki keterampilan yang mumpuni dalam mengimplementasikan pendekatan inkuiri di kelas. Hal ini dikarenakan inkuiri merupakan fondasi utama dari STEM; tanpa pemahaman mendalam tentang cara membimbing murid melakukan investigasi mandiri, kegiatan STEM berisiko hanya menjadi proyek prakarya biasa tanpa adanya esensi proses berpikir ilmiah
VISI SALINGTEMAS di ERA PEMBELAJARAN MODERN
Dalam lanskap pendidikan modern inilah, visi SALINGTEMAS menemukan momentumnya untuk kembali relevan. Meskipun lahir dari era dan konteks yang berbeda, pendekatan STEM dan SALINGTEMAS pada dasarnya memiliki benang merah semangat yang serupa, yakni menghadirkan proses pembelajaran yang bermakna serta dekat dengan realitas kehidupan peserta didik
Implementasi Digitalisasi Pembelajaran STEM
Pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada hakikatnya dirancang untuk menumbuhkan daya pikir kritis, kemampuan memecahkan masalah kompleks, serta kreativitas tanpa batas pada diri murid. Melalui pendekatan interdisipliner ini, murid tidak sekadar diajak memahami teori secara pasif, melainkan didorong untuk mengeksplorasi, melakukan eksperimen langsung, dan merancang solusi nyata atas berbagai tantangan di dunia riil.
Peran Peta Pelajaran untuk Menentukan Materi Esensial
Tantangan terbesar saat ini bagi guru muncul dari kondisi internal dan eksternal.adalah belum terbiasanya guru dalam melakukan identifikasi dan penentuan materi esensial. Dari sisi internal guru belum terbiasa melakukan identifikasi dan penentuan materi esensial. Untuk menentukan apa yang "penting" dan apa yang "bisa dipangkas" membutuhkan pemahaman mendalam tentang struktur kurikulum secara helikopter (menyeluruh). Banyak guru masih terjebak pada buku teks konvensional yang menyajikan seluruh materi secara linier dan padat.