×

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Jawa Tengah, BBGTK Jateng dan Universitas Diponegoro Jalin Kerja Sama Strategis

BBGTK Jateng resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Diponegoro (Undip). Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026 di Rektorat Undip Kampus Tembalang. Kolaborasi kedua institusi besar ini berkomitmen penuh dalam mendorong peningkatan mutu serta kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah Jawa Tengah.

Tantangan dan Strategi Guru dalam Mengimplementasikan Pola Interdisipliner pada Model Pembelajaran EDP (Engineering Design Process)

Dalam praktik pendidikan abad ke-21, istilah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan Engineering Design Process (EDP) semakin populer digunakan dalam ruang-ruang kelas. Namun, di balik antusiasme tersebut, terdapat kekeliruan mendasar yang kerap terjadi di kalangan pendidik: ketidakmampuan membedakan antara pendekatan multidisipliner dan interdisipliner. Banyak guru mengira bahwa ketika sebuah proyek melibatkan materi dari dua atau tiga mata pelajaran berbeda dalam satu tema besar, mereka telah berhasil menerapkan pembelajaran interdisipliner. Padahal, dalam banyak kasus, yang terjadi hanyalah penumpukan materi paralel (multidisciplinary parallel structure) tanpa adanya peleburan konsep (interdisciplinary integration).

BBGTK Jateng Gelar Apel Luring dan Dialog Kedinasan, Sekaligus Lepas Pegawai Mutasi

BBGTK Jateng menyelenggarakan kegiatan Apel rutin secara luring pada Senin, 10 Agustus 2026. Berpusat di Aula Lantai 5 Gedung BBGTK Jateng, kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi program, sekaligus melepas pegawai yang mendapatkan tugas mutasi.

Ubah Pengalaman Belajar Murid Menjadi Bermakna Dengan Model Pembelajaran ARKA

Banyak dari kita melewati berbagai pengalaman hidup, baik berupa keberhasilan maupun kegagalan, namun sering kali berlalu begitu saja tanpa mengambil satu pelajaran pun dari peristiwa tersebut. Dalam dunia guruan, kondisi ini menjadi isu yang sangat krusial ketika proses belajar-mengajar berlangsung mekanis tanpa menyediakan jeda untuk berpikir mendalam. Di sinilah pentingnya reflective skill (keterampilan reflektif), yaitu kemampuan untuk mengevaluasi emosi, keputusan, dan tindakan masa lalu demi mendorong pertumbuhan profesional serta peningkatan mutu pembelajaran di masa depan.

MENGHIDUPKAN PEMBELAJARAN STEM DENGAN MUDAH DAN MURAH MELALUI MODEL 5E

Hingga saat ini, masih banyak guru yang menganggap pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) membutuhkan biaya besar dan fasilitas yang rumit. Persepsi ini muncul karena STEM kerap diidentikkan dengan penggunaan perangkat teknologi canggih, laboratorium modern, atau kit eksperimen yang mahal. Akibatnya, STEM sering dipandang sulit diterapkan dan hanya menjadi domain sekolah-sekolah unggulan, sementara sekolah dengan sumber daya terbatas merasa enggan untuk memulainya. Keraguan ini pada akhirnya membatasi kesempatan murid untuk merasakan pengalaman belajar yang interaktif dan relevan.

Inkuiri Terbimbing Langkah Awal Menyiapkan Murid Menjadi Problem Solver

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan besar terhadap kompetensi yang perlu dimiliki murid. Dunia saat ini tidak lagi hanya membutuhkan individu yang mampu menghafal informasi atau menjelaskan konsep, tetapi juga individu yang mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebabnya, merancang solusi, serta mengevaluasi efektivitas solusi yang dihasilkan.

Survey Kepuasan